arsitektur Islam

pertanyaan:

Assalamualaikum

Sebenarnya apa ituarsitektur Islam, apakah itu hanya sebuah pemikiran saja? Ketika kita ingin merancang sebuah rumah tinggal dengan arsitektur Islam apa yang harus kita lakukan pertama terlebih dahulu?

Fan_

jawaban:
Assalaamu’alaikum wr wb

Saudara fan yang saya hormati, arsitektur Islam itu luas sekali. Untuk itu saya perlu membatasi pada spesialisasi saya yaitu rumah tinggal.

Menurut pendapat saya pribadi, ilmu arsitektur rumah tinggal adalah ilmu yang Islami. Karena semasa saya dulu belajar di Universitas Pancasila-Jakarta, pola yang diterapkan sudah demikian Islami. Ada pengaturan tata letak ruang yang memisahkan antara daerah publik, private dan service. Menurut saya ini Islami sekali. Karena rumah tinggal tak lepas dari penjagaan aurat keluarga, privasi pembantu, keamanan rumah dan kenyamanan rumah.

Padahal literatur saya waktu itu dari barat. Mulai dari buku ‘Time Saver’ hingga ‘Architect Data’. Memang kala itu tak digali literatur Islam. Karena memang sekolah umum dan bukan sekolah agama. Hingga saya harus menambah wawasan Islam secara informal di luar melalui pengajian di ROHIS, seminar-seminar interaktif atau di Islamic Center.

Jadi kesimpulan saya arsitektur Islam jelas bukan isapan jempol belaka. It’s real. Karena setiap rumah yang benar dan tepat mengikuti pola habitat manusia penghuninya yang notabene-nya adalah muslim, lahirlah ia sebagai rumah yang Islami.

Di sinilah peran seorang arsitek muslim dalam mewujudkan keinginan sang klien yang muslim. Karena ketika kliennya muslim yang baik, ia tentu tak ingin aurat keluarganya terlihat dari luar atau nampak saat ada tamu berkunjung.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk merancang rumah tinggal yang Islami? Pertama-tama kita harus kelompokkan 3 fungsi zoning plan. Areal private terdiri dari r.tidur utama dan anak, r makan, pantry atau dapur bersih, r.keluarga, wc dalam dan teras keluarga.

Lalu areal service yang terdiri dari dapur, r. pelayan, wc cuci, r cuci-jemur, r setrika dan garasi. Kemudian zoning yang terakhir adalah publik area. Ia terdiri dari ruang tamu dan teras tamu/teras depan.

Buat pintu masuk rumah 2 bagian. 1 pintu untuk ruang tamu yang akan digunakan oleh publik area. Lalu pintu ke-2 dari garasi atau dapur yang berfungsi sebagai pintu masuk bagi private dan service area.

Inilah secara sederhana gambaran rumah tinggal yang Islami. Semoga semakin banyak rumah tinggal yang Islami. Hingga lahir keluarga-keluarga yang mawaddah dan sakinah.

Akhirul kalam, wassalaamu’alaikum wr wb

Ir Andan Nadriasta

era muslim

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s