letak musholla yang baik

pertanyaan:

Assalaamu’alaikum wr. Wb.

Sudah 6 bulan ini kami menempati rumah baru. Saat ini letak musholla dirumah saya diapit antara kamar tidur dengan kamar mandi, dan arah kiblatnya menghadap kamar mandi. karna pada saat membangun rumah ada miskomunikasi dengan tukangnya.

Dengan keterbatasan ruang, terpaksa ruang tersebut kami gunakan buat sholat.

Yang ingin saya tanyakan, bolehkah letak musholla tersebut seperti itu, bagaimana sebaiknya kalo tidak boleh. Mohon pencerahannya dari pak Andan.

Wassalam

Ny. Nanang

jawaban:
Assalaamu’alaikum wr wb

Ibu Nanang yang saya hormati,

Alhamdulillah di rumah ibu ada musholla. Semoga keluarga ibu menjadi keluarga yang taat pada Allah. Dengan mengajak keluarga sholat di rumah. Namun untuk para pria dewasa nya memang sebaiknya sholat di masjid. Ini keutamaan dan sangat dianjurkan oleh Rasul. Bahkan menjadi standard keimanan para pria dewasa.

Untuk sholat sunah mereka bisa kerjakan di rumah. Sementara untuk ibu dan keluarga wanita nya memang sebaiknya di rumah. Justru ke masjid itu pada moment yang khusus saja. Karena memang lebih utama di rumah.

Untuk posisi yang menghadap ke wc menurut saya tidak ada masalah. Karena yang dilarang adalah menghadap ke kandang hewan. Untuk dasar-dasar hukumnya bisa ditanya ke rubrik ustadz menjawab.

Tinggal masalah etika dan estetika. Memang terasa kurang nyaman. Saat orang lalu lalang di depan wc ada yang sedang sholat atau dzikir. Tipsnya ada beberapa point:

1. Letakkan sajadah imam di dinding yang bukan arah pintu atau lalu lalang orang. Cari tembok yang bisa dijadikan arah kiblat. Walaupun ia tembok wc.

2. Beri partisi atau pembatas di muka pintu wc. Agar saat orang keluar wc dan lalu lalang tidak nampak terlihat secara langsung.

3. Beri ornamen atau hiasan kaligrafi pada dinding wc yang menjadi arah kiblat. Hingga kesan wc nya tersamar dan bisa menjadi fokus view dari musholla tersebut.

Nah, inilah cara yang paling murah menurut saya. Cara lain tentu mahal. Seperti memindahkan wc atau musholla (salah satunya) ke tempat lain, menurunkan plafond musholla hingga berkesan lebih fokus pada ruangan tersebut, atau menaikkan lantai musholla yang gunanya akan mempertegas perbedaan ruang.

Demikian Ibu Nanang. Semoga bermanfaat. Semoga hari-hari ibu bersama keluarga semakin ceria. Dan semoga keluarga kita menjadi keluarga mawadah-sakinah- wa rahmah. Aamiin, ya robbal alamin.

Wassalaamu’alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta

era muslim

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s